Rabu, 15 Juni 2016
AL-QURAN dijadikan alat biar jadi terkenal
Selasa, 14 Juni 2016
LARANGAN KHITAN PEREMPUAN
Prof Huzaimah: Khitan Perempuan Hanya Menghilangkan Selaput yang Menutupi Klitoris
Senin, 21/01/2013 20:38:44
Jakarta (SI ONLINE) - Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Hj Huzaimah T Yanggo meluruskan pandangan salah yang selama ini berkembang seputar khitan perempuan. Khitan perempuan menurut Islam, kata Prof Huzaimah, tidak seperti yang sering dicontohkan yakni praktik di Sudan maupun negara Afrika lainnya.
"Khitan dalam Islam cukup hanya menghilangkan selaput (jaldah/colum/praeputium) yang menutupi klitoris, bukan melukai atau memotong klitorisnya, apalagi memotong alat kelaminnya," jelas Prof Huzaimah seusai Konferensi Pers MUI tentang Menolak Larangan Khitan Perempuan di Gedung MUI Pusat, Jl Proklamsi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin siang (21/1/2013).
Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu ajaran Islam justru melarang praktik khitan perempuan yang dilakukan secara berlebihan seperti memotong atau melukai klitoris yang berakibat bahaya.
"Yang dilarang itu kalau berlebihan, misalnya kebanyakan melukai klitoris. Sebetulnya yang dikeluarkan itu hanya colum sedikit dibuka di atas supaya terbuka itu. Itu saja sebenarnya," kata Huzaimah meluruskan.
Terkait praktik khitan perempuan di Indonesia, karena Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan peraturannya, Huzaimah mendorong supaya segera dilakukan pelatihan terhadap para tenaga medis. "Kemenkes harus melakukan pelatihan terhadap tukan khitan itu," desaknya.
Menyinggung adanya rumah sakit Islam yang juga masih belum mau melakukan khitan, Huzaimah sangat menyayangkan. Menurutnya itu bisa terjadi karena pihak RS belum mengetahui nadanya Permenkes tentang sunat Perempuan
"Rumah Sakit menolak karena tidak tahu ada Permen itu. RSI saja tidak tahu ada Permen itu," ungkapnya.
Sementara saat menyinggung kalangan liberal, termasuk lembaga internasional WHO, yang melarang khitan dengan dalih HAM, Huzaimah balik mengatakan justru yang melarang khitan yang melanggar HAM perempuan.
"Kalau dilarang jutru melanggar HAM Perempuan, karena menghalanginya untuk mengikuti ajaran syariat Islam," tandasnya.
Huzaemah mengetahui bahwa instansi seperti Kementerian Kesehatan ditekan oleh WHO. Hal ini terungkap karena Kemenkes pernah diundang ke MUI dan mereka menyatakan ditekan oleh WHO untuk melarang khitan perempuan.
Sosialisasi Santunan Anak Yatim Tahun 2016
DASAR PEMIKIRAN
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi S.1 Komunikasi & Penyiaran Islam STAI Al-Ihya Kuningan bekerjasama dengan Rumah Yamdhu Yayasan Baitussalam Kab. Kuningan.
Menyantuni Anak Yatim dan Fakir Miskin merupakan kewajiban kaum muslimin dan orang yang mengabaikannya dianggap sebagai pendusta agama dan diancam dengan azab neraka (QS. Al-Maun : 1-2) dan (QS. Ad-Dhuha : 9-11)
Ada ratusan anak yatim piatu yang sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.
Bulan suci Ramadhan merupakan momen paling tepat untuk menumbuhkan semangat berzakat, infaq, shodaqoh, dan beramal mulia diantaranya dengan memberi santunan kepada anak yatim piatu.
Mengingat di bulan suci Ramadhan banyak kemenangan dan semua amal akan di lipat gandakan pahalanya, nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, doa menjadi ijabah.
TEMA KEGIATAN
Meraih Berkah Dalam Indahnya Berbagi Bersama KPI
TUJUAN
Meningkatkan iman dan taqwa dengan segala cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt serta memupuk ukhuwah islamiyah antara sesama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Menumbuhkan kesadaran diri untuk membelanjakan hartanya di jalan Allah Swt dengan menyantuni anak yatim piatu agar dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dan bisa ikut merasakan kegembiraan di hari raya Idul Fitri.
Meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.
NAMA DAN BENTUK KEGIATAN
Nama Kegiatan
Sosialisasi Santunan Anak Yatim Tahun 2016
Bentuk Kegiatan
Berbagi Berkah Takjil
Berbagi takjil buka puasa untuk anak yatim yang ada di Rumah Yamdhu Yayasan Baitussalam, lebih berkah pahala lebih berlipat.
Busana Ceria
Ceriakan anak yatim dengan membelikannya sejumlah pakaian untuk lebaran.
Sapa Yatim
Sapaan hangat (uang saku atau parcel lebaran) kita memberi kebahagiaan bagi anak yatim untuk menikmati santapan di hari lebaran.
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal:
Kamis, 23 Juni 2016 / 17 Ramadhan 1437 H
Waktu:
Pukul 14:30 s.d Selesai
Tempat:
Masjid At-Taufiq Komplek KIC Jl. Lingkar Cijoho Cirendang Kab. Kuningan
SUSUNAN ACARA / ROUNDOWN
No.
Waktu
Durasi
Kegiatan
Keterangan
1.14.00-15.30
60 menit
Persiapan Acara
Panitia
2.15.30-15.45
5menit
Pembukaan
Sie. Acara
3.10 menit
Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
Ust. Hamid
4. 15.45-16.45
60 menit
Sambutan-sambutan :
1. Panitia
2. Ketua Prodi KPI
3. Ketua STAI Al-Ihya
4. Bupati Kuningan
5. 10 menit
Ero Mistara
6. 10 menit
Rifqi Fauzi, S.Sos.I., M.I.Kom
7. 20 menit
Dr. H.A. Fenny Rahman HS., M.Pd
8. 20 menit
H. Acep Purnama, SH., MH
9.16.45-17.00
15 menit
Pemberian Santunan
10. 17.00-17.30
30 menit
Tausiah
Ust. Mahmud
11. 17.30-18.00
30 menit
Buka Bersama
12. 18.00-18.30
30
Sholat Magrib Berjamah
13. 18.30
Penutupan
KEPANITIAAN
Pelindung: Dr. H. A. Fenny Rahman HS., M.Pd
(Ketua STAI Al-Ihya Kuningan)
Pengarah: 1. Uhandi, S.Ag., M.Si (Pembantu Ketua I STAI Al-Ihya Kuningan)
2. H. M. Ali Rahmat, MA (Pembantu Ketua II STAI Al-Ihya Kuningan)
3. D. Sukandar Yusuf, S.Pd., M.Si (Pembantu Ketua I STAI Al-Ihya Kuningan)
Penanggung Jawab: Rifqi Fauzi, S.Sos.I., M.I.Kom
(Ketua Prodi KPI)
Pembina: Pandu Bimantara, S.Sos., M.I.Kom
(Sekretaris Prodi KPI)
Ketua Pelaksana: Ero Mistara
Bendahara: Benny Ahmad Hakim
Fundraising: 1. Hamid
2. Mahmud
3. Ruswandi
4. Toto Sunarto
5. Aas Sasbudi
Sie. Acara: Moh. Tedi Shonhaji
Sie. Humas: Hermawan
Sie. Konsumsi: 1. Nurul Komariyah
2. Apriani
3. Rismawati
Sie. Dokumentasi: Dentha Meilasari Karlina
ANGGARAN BIAYA
No.
Anggaran Kegiatan
QTY
Satuan Jumlah
1.
Berbagi Berkah Takjil 250
Rp.30.000,-
Rp.7.500.000,-
2.
Busana Ceria250
Rp.150.000,-
Rp.37.500.000,-
3.
Sapa Yatim 250 anak
Rp.100.000,-
Rp.25.000.000,-
Jumlah Total
Rp.70.000.000,-
* Total Keseluruhan Anggaran : Rp.70.000.000,-
* Terbilang : Tujuh Puluh Juta Rupiah
* Total Penerima Manfaat: 250 Orang
PENUTUP
Demikianlah Proposal Kegiatan Sosialisasi Santunan Anak Yatim ini kami rencanakan, semoga berkat bantuan Bapak/Ibu kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai harapan serta bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada ummat dengan segala rahmat, petunjuk dan ridha Allah Swt. Atas segala perhatian dan bantuan Bapak/Ibu kami haturkan Jazakumullah Khairon Katsiiron, semoga Allah Swt selalu memberikan limpahan rahmat serta kemudahan rizqi di dalam mengarungi bahtera kehidupan di alam dunia ini. Amiin Yaa Robbal Alamiin.
Ketua HIMA KPI,
Ero Mistara
NIM. 1415.441.002
Kuningan, 01 Juni 2016
Sekretaris HIMA KPI,
Benny Ahmad Hakim
NIM. 1415.441.001
Mengetahui :
Ketua STAI Al-Ihya,
Dr. H. A. Fenny Rahman HS., M.Pd
NIP. 19530323 197603 1 008
Ketua Prodi KPI,
Rifqi Fauzi, S.Sos.I., M.I.Kom
NIK. 1415.262
PUSAT INFORMASI
SEKRETARIAT :
KAMPUS STAI AL-IHYA KUNINGAN
Alamat : Jalan Mayasih No. 11 Kel. Cigugur Kec. Cigugur Kab. Kuningan Telp. 0232-873186
E-mail : hima.kpistai@gmail.com
REKENING DONASI :
0133 01 003811 53 6
Benny Ahmad Hakim
(Rekening Infaq & Shodaqoh)
085224212022
081196740322
SALAH SATU PEREMPUAN ISTIMEWA INDONESIA DARI140JUYA KAUM HAWA INDONESIA
Prof. Dr. Huzaimah T. Yanggo, Gigih Patahkan Pemikiran-Pemikiran Islam Liberal
Magdalena – Senin, 18 Sya'ban 1427 H / 11 September 2006 16:15 WIB
Prof. Dr Huzaimah Tahido Yanggo MA, adalah salah satu dari enam orang yang menerima penghargaan Eramuslim Award dalam rangka Milad Eramuslim ke-6, yang acaranya berlangsung Sabtu (9/9) di Auditorium Binakarna, Hotel Bumikarsa, Jakarta.
Ia dikenal sebagai tokoh ilmu perbandingan fiqih dan gigih menentang pemikiran-pemikiran kelompok Islam liberal dan masih banyak lagi kiprahnya untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.
Bagi mereka yang belum mengenalnya lebih dekat, orang akan mengira dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang satu ini adalah orang Batak. Padahal ia adalah perempuan kelahiran Palu, Sulawesi Tengah. Seorang tokoh perempuan yang sangat gigih dan konsisten terhadap syari’ah Islam.
Oleh karena itu, ketika berbagai pihak menyerang Islam, peraih doktor bidang Fiqh dari Universitas Al-Azhar, Kairo, ini angkat bicara. Tak hanya itu, ia pun menulis buku “gugatan” balik atas serangan itu.
Begitu juga ketika Jaringan Islam Liberal (JIL) dan kolega-koleganya di UIN menebarkan virus persamaan gender, revisi Kompilasi Hukum Islam, gerakan antipoligami dan lainya, mantan Ketua PSW (Pusat Studi Wanita) UIN (ketika itu masih IAIN, red.), membuat jantung perempuan ini berdetak lebih keras.
“Kita menghargai orang berijtihad. Silakan saja berijtihad. Tapi, bila kita
berijtihad jangan menyalahi aturan-aturan yang telah ada, bahkan yang telah dikenal oleh ulama-ulama Islam sedunia,” ujarnya kala itu.
Menurutnya, Islam adalah agama yang sangat menjunjung dan menghargai harkat dan martabat perempuan. Persamaan hak itu tidak selalu menguntungkan, bisa merugikan perempuan sendiri.
"Saya tidak sependapat dengan itu (persamaan gender-red), apalagi sampai bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah,” tegasnya.
Oleh karena itu, dirinya tak yakin bila gerakan liberal itu berjuang untuk kaum perempuan. Apalagi membela Islam. Tapi, gerakan liberal justru menjadi kaki tangan kepentingan Barat dan Amerika Serikat.
“Barat menuduh orang Islam itu teroris. Padahal tidak ada ajaran Islam yang menghendaki seperti itu. Nabi saja kalau mengirim sahabat untuk peperangan selalu menasihatkan: Jangan kalian memerangi orang tua, perempuan, jangan menebang pohon-pohon,” tegas Huzaimah.
Ibu satu anak ini memang tergolong perempuan ‘langka’. Dari 140 juta penduduk perempuan Indonesia, ia satu-satunya perempuan yang bergelar Guru Besar di bidang Fiqh Perbandingan.
Wajar saja jika pikiran dan tenaganya banyak digunakan dan diharapkan oleh banyak lembaga pemerintah maupun swasta. Selain menjadi dosen, ia juga tercatat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI), Direktur Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an, Dewan Pengawas Syari’ah Bank Niaga, Pengurus Muslimat Nahdaltul Ulama, dan dosen terbang di beberapa perguruan tinggi.
“Saya memang lebih mengutamakan mengajar,” tutur isteri dari A. Muhaimin.
Di dunia pendidikan, Huzaimah juga tercatat sebagai perintis berdirinya Fakultas Dirasat Islamiyah, program studi internasional berbahasa Arab kerjsama UIN Jakarta dengan Al-Azhar, Kairo.
Atas kiprah dan jasanya itulah, eramuslim dalam pada Milad ke-6 memberikan penghargaan. Semoga atas jasa dan pengabdiaanya, Allah Swt membalasnya dengan segala kebajikan.