Senin, 23 Mei 2016

4 bidang dalam B&K

1)      Dalam Aspek Tugas Perkembangan Pribadi – sosial. Dalam aspek tugas perkembangan pribadi-sosial, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:

    Memiliki kesadaran diri, yaitu menggambarkan penampilan dan
    mengenal kekhususan yang ada pada dirinya.
    Dapat mengembangkan sikap positif, seperti menggambarkan
    orang-orang yang mereka senangi.
    Membuat pilihan secara sehat.
    Mampu menghargai orang lain.
     Memiliki rasa tanggung jawab.
     Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi.
    Dapat menyelesaikan konflik.
    Dapat membuat keputusan secara efektif.

2)      Dalam Aspek Tugas Perkembangan Belajar, Dalam aspek tugas perkembangan belajar, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:

    Dapat melaksanakan ketrampilan atau tehnik belajar secara
    efektif.
    Dapat menempatkan tujuan dan perencanaan pendidikan.
    Mampu belajar secara efektif.
    Memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi
    evaluasi atau ujian.

3)      Dalam Aspek Tugas Perkembangan karier, layanan bimbingan dan konseling ,membantu siswa agar:

    Mampu membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciriciri
    pekerjaan di dalam lingkungan kerja.
    Mampu merencanakan masa depan.
    Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah
    karir .
    Mengenal keterampilan, kemampuan, dan minat.

BIMBINGAN SOSIAL

Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

Sedangkan menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109) Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.

Inti dari pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.

Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

Tujuan B&K

Dari satu segi dapat kita lihat bahwa Bimbingan dan Konseling memiliki arti yang sama yaitu proses pemberian bantuan terhadap seseorang, atau sekelompok orang. Dari segi lain konseling merupakan alat dalam pemberian bimbingan, konseling juga merupakan alat yang paling ampuh dalam keseluruhan program bimbingan atau dengan kata lain konseling merupakan titik sentral dari keseluruhan kegiatan bimbingan. Tujuan dari Bimbingan dan Konseling yaitu (a) Untuk dapat mewujudkan diri sendiri. (b) Untuk dapat mengarahkan diri sendiri. (c) Untuk dapat mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal. (d) Untuk dapat menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis. (e) Untuk mengenal diri sendiri dan lingkungannya. Bimbingan dan Konseling memiliki arah pelayanan seperti pelayanan dasar, pelayanan pengembangan, terapeutik, dan peminatan.

Langkah-langkah perencanaan komunikasi

Langkah-langkah perencanaan program komunikasi:
1. Analisis Masalah
- Menganalisis masalah yang dihadapi
- Kharakteristik khalayak
- Segementasi dan Priorotas khalayak
2. Perumusan tujuan (objectives) komunikasi
3. Pemilihan media atau saluran komunkasi
- Pemilihan dan karakteristik media
- Bauran multimedia
4. Pengembangan pesan
5. Produksi media
- Uji coba (pre-testing) media
6. Manajemen program komunikasi
- Siapa melakukan apa? (pembagian tugas dan tanggung jawab)
- Manajemen program komunikasi"kkk"'
7. Monitoring dan Evaluasi
- Analisis penggunaan hasil evaluasi.

Karakteristik Khalayak

Tujuan : untuk mengenali sedekat mugkin berbagai ciri yang dimiliki oleh khalayak yang hendak dicapai oleh suatu program komunikasi

Untuk melakukan analisis khalayak diperlukan data-data mengenai;
- Jumlah dan lokasi khalayak sasaran
- Profil sosioekonomi, kelompok umur, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dsb.
- Profil sosio cultural: agama, bahasa, pola kehidupan keluarga, system kepercayaan tradisional,norma-norma, nilai-nilai, sumber-sumber informasi, praktek-praktek komunikasi dan interaksi khalayak.

3. Segmentasi dan Prioritas Khalayak
Kelompok sasaran harus dapat dikelompok sesempit mungkin menurut:
- Karakteristik demografis (jenis kelamin, ras, umur, pendidikan, pendapatan, status perkawinan)
- Lokasi geografis
- Psikografis /jika kungkin ;personalitas, gaya hidup, dll.

Priorotas khalayak sasaran:
- Khalyak primer
- Khalayak sekunder

Langkah-langkah dalam B&K

Langkah Identifikasi Anak
Langkah ini dimaksudkan untuk mengenal anak beserta gejala-gejala yang tampak. Dalam langkah ini, pembimbing mencatat anak-anak yang perlu mendapat bimbingan dan memilih anak yang perlu mendapat bimbingan terlebih dahulu.
b)    Langkah Diagnosis
Langkah diagnosis yaitu langkah untuk menetapkan masalah yang dihadapi anak berdasarkan latar belakangnya. Dalam langkah ini kegiatan yang dilakukan ialah mengumpulkan data dengan memadakan studi terhadap anak, menggunakan berbagai studi terhadap anak, menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Setelah data terkumpul, ditetapkan masalah yang dihadapi serta latar belakangnya.
c)    Langkah Prognosis
Langkah prognosis yaitu langkah untuk menetapkan jenis bantuan yang akan dilaksanakan untuk membimbing anak. Langkah prognosis ini ditetapkan berdasarkan kesimpulan dalam langkah diagnosis, yaitu setelah ditetapkan masalahnya dan latar belakangnya. Langkah prognosis ini, ditetapkan bersama setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan berbagai factor.
d)    Langkah Terapi
Langkah terapi yaitu langkah pelaksanaan bantuan atau bimbingan. Langkah ini merupakan pelaksanaan yang ditetapkan dalam langkah prognosis. Pelaksanaan ini tentu memakan banyak waktu, proses yang kontinyu, dan sistematis, serta memmerlukan pengamatan yang cermat.
e)    Langkah Evaluasi dan Follow Up
Langkah ini di maksudkan untuk menilai atau mengetahui sejauhmanakah terapi yang telah dilakukan dan telah mencapai hasilnya. Dalam langkah follow up atau tindak lanjut, dilihat perkembangan selanjutnya dalam jangka waktu yang lebih jauh.

Sementara menurut Tohirin, dalam Proses Bimbingan dan Konseling akan menempuh beberapa langkah, yaitu: (1) menentukan masalah, (2) mengumpulkan masalah, (3) analisis data, (4) diagnosis, (5) prognosis, (6) terapi, dan (7) evaluasi atau follow up.[2]
a.     Menentukan masalah
Menentukan masalah dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah (identifikasi kasus-kasus) yang dialami oleh siswa.
b.    Mengumpulkan masalah
Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam BK. Selanjutnya adalah mengumpulkan data siswa yang bersangkutan. Data siswa yang dikumpulkan harus secara komprehensif (menyeluruh).
c.    Analisis data
Data-data siswa yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Dari analisis data akan diketahui siapa siswa dan apa sesungguhnya masalah yang dialami oleh siswa tersebut.
d.    Diagnosis
e.    Prognosis
f.     Terapi
Langkah ini berupa usaha untuk melaksanakan bantuan ataupun bimbingan kepada seseorang yang bermasalah, sesuai dengan ketentuan yang telah dirumuskan pada langkah yang ketiga (Prognosis). Usaha pemecahan ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk bantuan, antara lain layanan individual, layanan kelompok, pengajaran perbaikan, pemberian pengajaran dan sebagainya.[3]
g.    Evaluasi atau follow up.

Perencanaan komunikasi

Perencanaan Komunikasi
Setelah memahami pengertian perencanaan dan komunikasi, kita akan lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan perencanaan komunikasi.  Perencanaan Komunikasi adalah proses pemanfaatan berbagai bentuk, metode dan tekhnik komunikasi yang terencana dan terkoordinir untuk mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang.
Fungsi , Jenis, dan Prinsip-Prinsip Perencanaan Komunikasi
Fungsi Perencanaan Komunikasi
Udin dan Abin (2006: 5) merumuskan beberapa fungsi perencanaan, termasuk perencanaan komunikasi, yaitu :
1.   sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian
2.   menghindari pemborosan sumber daya
3.   alat bagi pengembangan quality assurance
4.   upaya untuk memenuhi accountability kelembagaan

Perencanaan dipandang penting dan diperlukan bagi suatu organisasi antara lain dikarenakan :
1.   Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan.
2.   Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (forecasting) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi sedini mungkin.
3.   Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik (the best alternative) atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik (the best combination).
4.   Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran, maupun kegiatan usahanya.
5.   Dengan adanya rencana, maka akan ada suuatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kinerja usaha atau organisasi. Udin dan Abin (2006 : 33)

1.1  Hakekat Perencanaan Komunikasi
Perencanaan seperti dikatakan Santoso S. Hamidjojo (2001) dalam adalah kegiatan atau hasil pemikiran tentang sesuatu yang akan dicapai setelah mempertimbangkan sumber (resources) dan kendala (Construk). Karena itu hasil yang dicapai dalam perencanaan tidak boleh “setinggi langit” karena berkaitan dengan sumber dan kendala yang ada. Sedangkan Dror (1963;33) medefinisikan perencanaan sebagai proses penyiapan seperangkat keputusan untuk keperluan kegiatan dimasa yang akan datang, mengarahkan pencapaian tujuan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sondang P Siagian (1984;63) mengartikan perencanaan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya, Tani Handoko (1986;24) mendefinisikan perencanaan sebagai pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, bagaimana dan oleh siapa. Dalam hal ini, Tani Handoko menjelaskan empat (4)  dasar tahapan perencanaan yaitu; pertama, menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan; kedua, merumuskan keadaan saat ini; ketiga, mengidenifikasikan segala kemudahan dan hambatan; keempat, mengembangkan recana atau serangkaian kegiatan tujuan
Memperhatikan berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah identifikasi dari berbagai sumber kekuatan yang akan dijadikan acuan untuk mencapai keinginan yang akan dikehendaki. Dalam pembuatan panduan ini berpegang pada rasionalitas, sistematis, logik, dan realistis. Panduan ini dibuat sejelas-jelasnya, sedetail mungkin dan dipisah ke dalam bagian-bagian yang berintegrasi, agar elemen yang terkait dapat tercakup, dipahami dan mudah dilaksanakan. 
  Dikatakan Oleh John Middleton (1980:11) asserting that planning is, in essece, the application of theory...goes on to review four selected theory areas of relevance to planning communication: development theory, sociological theory, communication theory, and organization theory. Pernyataan itu dapat kita terjemahkan bahwa inti dari perencanan adalah aplikasi dari teori, dan dalam kerangka ini ada empat pilihan teori yang cocok dengan perencanaan komunikasi  yaitu teori pembangunan, teori sosiologi, teori komunikasi, dan teori organisasi.

Fungsi dan tujuan komunikasi

Fungsi Komunikasi
fungsi komunikasi menurut Harol D. Laseswell adalah sebagai berikut :
The surveillance of the environment, fungsi komunikasi adalah untuk mengumpullkan dan menyebarkan informasi mengenai kejadian dalam suatu lingkungan.
Fungsi komunikasi menurut Onong Uchiana Effendi dalam buku Dimensi-dimensi komunikasi mempunyai pendapat sebagai berikut :
1. Memberikan informasi (public information)
2. Mendidik masyarakat (public education)
3. mempengeruhi masyarakat (public persuation)
4. menghibur masyarakat (public entertaiment)

Tujuan Komunikasi
upaya komunikasi yang dilakukan tentunya mempunyai tujuan tertentu, tujuan yang dimaksud disini  menunjuk pada hasil atau akibat pelaku komunikasi.
Tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif kepeningan, yaitu :
- kepentingan sumber/pengirim/komunikator
- kepentingan penerma / komunikan
dengan demikian dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. memberikan informasi
    kita sebagai komunikator memberikan informasi dan berperan akti fdalam menjelaskan kepada komunikan / penerima dengan sebaik-baiknya dan sehingga mereka dapat mengerti apa yang kita maksudkan
2. mendidik
    menggerakan orng lain untk melakukan sesuatu, menggerakkan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan, kegiatan yang dimaksud disini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun yang harus diingat adalah bagaimana cara yang baik untuk melakukannya.
3. menyenangkan/menghibur
    peran komunkator adalah memahami orang lain, kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang di inginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.

Teori menejemen fayol san taylor

ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
Teori manajemen ilmiah muncul karena kebutuhan untuk meningkatkan produktifitas sebagai fungsi organisasi. Pada awal abad ke 20, Amerika Serikat kekurangan tenaga terampil, sehingga untuk meningkatkan produktifitas,mereka berusaha untuk meningkatkan efisiensi para pekerja.Di pelopori oleh Frederick W Taylor, Hendry L Gantt, Frank dan L Gilbeerth, yang memikirkan prinsip-prinsip utama dalam manajemen yang dikenal dengan teori Manajemen Ilmiah.
Taylor mendasari sistim manajemen pada studi waktu lini produksi yang berbeda dengan metode kerja yang tradisionil. Dia meneliti, mengukur  dan menganalisis setiap komponen/bagian pekerjaan dengan waktu yang dperlu dalam penyelesaiannya. Dengan cara ini dia menetapkan  produktifitas seorang pekerja, sehingga dapat ditetapkan sistim tarif berbeda dari setiap pekerja. Pekerja dibayar berdasarkan prestasi kerja (produktifitasnya).Sedangkan Gantt menambahkan ide baru untuk meningkatkan motivasi pekerja. Setiap kemajuan pekerja dinilai secara terbuka dan dicatat di bagan balok individual setiap prestasi maupun kegagalan masing-masing. Setiap pekerja yang dapat memenuhi/melewati standar yang ditetapkan akan mendapat bonus.

ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK
Manajemen ilmiah memikirkan cara meningkatkan produktifitas dari organisasi maupun individu pekerja. Teori organisasi klasik mengembangkan pedoman pengelolaan organisasi yang komplek seperti pabrik. Henri Fayol (1841-19250 )sebagai penemu aliran ini. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen mempunyai pola tertentu yang dapat di identifikasi dan di analisis. Kalua Taylor menekankan pada fungsi organisasi, Fayol menekankan pada total organisasi dan memusatkannya pada manajemen.
Menurut Fayol anggapan bahwa Manajer itu dilahirkan, bukan di bentuk adalah sesuatu yang keliru, karena manajemen adalah suatu keterampilan yang dapat diajarkan kalau prinsip dasarnya di pahami. Prinsip dasar tersebut adalah :

1. Pembagian tugas berdasarkan spesialisasi
2. Memberi kewenangan/pendelegasian tugas kepada orang yang tepat
3. Disiplin, anggota organisasi harus menghormati peraturan dan ketentuan yang sudah  disepakati.
4. Kesatuan komando< seorang karyawan menerima instruksi dari atasannya langsung
5. Kesatuan dalam pengarahan, setiap devisi hanya memiliki satu orang manager
6. Kepentingan individual dibawah kepentingan umum
7. Imbalan, kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan harus adil antara karyawan dan majikan
8. Sentralisasi, mengurangi peran bawahan dalam membuat keputusa, tanggung jawab akhir ada pada manajer
9. Hierarki, garis wewenang dalam sebuah organisasi berjalan menurut peringkat dari manajemen puncak ke tingkat paling bawah dari suatu perusahaan/organisasi
10. Penataan orang maupun material harus sesuai dengan kompetensi dan kegunaannya.
11. Adil, Manager harus bersahabat dan adil kepada bawahan
12. Stabilitas staf, jangan mudah memindah-mindahkan staf dari satu devisi kelain devisi.
13. Inisiatif, karyawan diberi kebebasan untuk memikirkan dan melaksanakan rencana mereka(walau kadang terjadi kesalahan)
14. Semangat korp, mempromosikan semangat tim akan memberikan rasa kesatuan pada organisasi.

Manejemen dan lingkungan

bagaimana membuat organisasi agar lebih efektif dan efisien sebelum istilah manajemen umum di gunakan.
Sebelum meneruskan pembelajaran kita mengenai teori manajemen yang penting, perlu kita ketahui alasan mengapa mempelajari teori manajemen akan membantu kita memahami manajemen dan organisasi masa kini yang komplek.

PERLUNYA MEMPELAJARI TEORI MANAJEMEN.
Teori adalah perspektif yang digunakan oleh manusia untuk merangkai pengalaman menjadi logis. Secara formal sebuah teori adalah sekelompok asumsi yang erat berkaitan, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati.

1. Teori memberikan fokus untuk memahami apa yang kita alami.Sebuah teori    menyediakan  kriteria untuk menentukan apa yang relevan.
2.  Teori mempermudah kita berkomunikasi dengan efisien, sehingga mempermudah interaksi ketika menghadapi tantangan/ masalah sehari_hari.
3. Teori membuat kita, bahkan menantang kita untuk terus belajar mengenai dunia disekeliling kita.Karena teori mempunyai keterbatasan, maka kita berperlu terus mempelajari apakah teori yang kita anut masih cocok dengan kondisi/situasi sekarang( istilah masa kini" itu kan dulu, sekarang tidak".
Dalam kesempatan ini kita akan memfokus pada empat aliran pemikiran tentang manajemen yaitu :
1. Aliran manajemen ilmiah;
2. Aliran teori organisasi klasik;
3. Aliran Tingkah laku:
4. Aliran ilmu manajemen.
Aliran-aliran tersebut dikembangkan secara berturut-turut, saling melengkapi dan memperkaya teori-teori yang berkaitan, karena setiap aliran baru terus ber evolusi dan beberapa bahkan telah bergabung dengan yang lainnya.
Hal ini selanjutnya membawa kita pada tiga pendekatan terpadu (pada manajemen) yaitu:

1. Pendekatan sistem, yaitu suatu pendekatan bahwa organisasi sebagai suatu sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang saling berkaitan.
Pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eskternal yang lebih luas. Pendekatan ini meramalkan bahwa aktifitas setiap segmen organisasi mempengaruhi aktifitas segmen lainnya, dengan tingkatan pengaruh yang berbeda.
2. Pendekatan kontingensi, atau biasa juga disebut dengan pendekatan "situasional",adalah bertumpu pada teknik pencapaian sasaran organisasi dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda.Metode yang efektif pada satu situasi, belum tentu pas dengan situasi yang berbeda. Tugas manajer untuk mengidentifikasi teknik yang tepat digunakan dalam situasi/kondisi/waktu tertentu.
3. Pendekatan keterlibatan dinamik, adalah suatu pandangan bahwa waktu dan hubungan manusia mendesak manajemen untuk memikir ulang pendekatan tradisionil  dalam menghadapi perubahan zaman.
Ketika batas batas-batas budaya dan bangsa menjadi kabur seiring dengan kemajuan teknologi informasi membuat kita membayangkan bahwa dunia adalah sebagai "desa global". Pendekatan ini menitik beratkan pada hubungan manusia dan penyesuaian diri seiring dengan perkembangan/perubahan jaman, atau dengan kata lain "continous improvement".

Sabtu, 21 Mei 2016

http://Invite2Job.com/?ref=23292

Alhamdulillah saya tinggal tunggu proses pencairan ke PayPel dari Invite2job.com mari bergabung dan telah terbukti, pencairan prosesnya selama 30day ke PayPel kita.