ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
Teori manajemen ilmiah muncul karena kebutuhan untuk meningkatkan produktifitas sebagai fungsi organisasi. Pada awal abad ke 20, Amerika Serikat kekurangan tenaga terampil, sehingga untuk meningkatkan produktifitas,mereka berusaha untuk meningkatkan efisiensi para pekerja.Di pelopori oleh Frederick W Taylor, Hendry L Gantt, Frank dan L Gilbeerth, yang memikirkan prinsip-prinsip utama dalam manajemen yang dikenal dengan teori Manajemen Ilmiah.
Taylor mendasari sistim manajemen pada studi waktu lini produksi yang berbeda dengan metode kerja yang tradisionil. Dia meneliti, mengukur dan menganalisis setiap komponen/bagian pekerjaan dengan waktu yang dperlu dalam penyelesaiannya. Dengan cara ini dia menetapkan produktifitas seorang pekerja, sehingga dapat ditetapkan sistim tarif berbeda dari setiap pekerja. Pekerja dibayar berdasarkan prestasi kerja (produktifitasnya).Sedangkan Gantt menambahkan ide baru untuk meningkatkan motivasi pekerja. Setiap kemajuan pekerja dinilai secara terbuka dan dicatat di bagan balok individual setiap prestasi maupun kegagalan masing-masing. Setiap pekerja yang dapat memenuhi/melewati standar yang ditetapkan akan mendapat bonus.
ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK
Manajemen ilmiah memikirkan cara meningkatkan produktifitas dari organisasi maupun individu pekerja. Teori organisasi klasik mengembangkan pedoman pengelolaan organisasi yang komplek seperti pabrik. Henri Fayol (1841-19250 )sebagai penemu aliran ini. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen mempunyai pola tertentu yang dapat di identifikasi dan di analisis. Kalua Taylor menekankan pada fungsi organisasi, Fayol menekankan pada total organisasi dan memusatkannya pada manajemen.
Menurut Fayol anggapan bahwa Manajer itu dilahirkan, bukan di bentuk adalah sesuatu yang keliru, karena manajemen adalah suatu keterampilan yang dapat diajarkan kalau prinsip dasarnya di pahami. Prinsip dasar tersebut adalah :
1. Pembagian tugas berdasarkan spesialisasi
2. Memberi kewenangan/pendelegasian tugas kepada orang yang tepat
3. Disiplin, anggota organisasi harus menghormati peraturan dan ketentuan yang sudah disepakati.
4. Kesatuan komando< seorang karyawan menerima instruksi dari atasannya langsung
5. Kesatuan dalam pengarahan, setiap devisi hanya memiliki satu orang manager
6. Kepentingan individual dibawah kepentingan umum
7. Imbalan, kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan harus adil antara karyawan dan majikan
8. Sentralisasi, mengurangi peran bawahan dalam membuat keputusa, tanggung jawab akhir ada pada manajer
9. Hierarki, garis wewenang dalam sebuah organisasi berjalan menurut peringkat dari manajemen puncak ke tingkat paling bawah dari suatu perusahaan/organisasi
10. Penataan orang maupun material harus sesuai dengan kompetensi dan kegunaannya.
11. Adil, Manager harus bersahabat dan adil kepada bawahan
12. Stabilitas staf, jangan mudah memindah-mindahkan staf dari satu devisi kelain devisi.
13. Inisiatif, karyawan diberi kebebasan untuk memikirkan dan melaksanakan rencana mereka(walau kadang terjadi kesalahan)
14. Semangat korp, mempromosikan semangat tim akan memberikan rasa kesatuan pada organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar