Senin, 23 Mei 2016

Perencanaan komunikasi

Perencanaan Komunikasi
Setelah memahami pengertian perencanaan dan komunikasi, kita akan lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan perencanaan komunikasi.  Perencanaan Komunikasi adalah proses pemanfaatan berbagai bentuk, metode dan tekhnik komunikasi yang terencana dan terkoordinir untuk mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang.
Fungsi , Jenis, dan Prinsip-Prinsip Perencanaan Komunikasi
Fungsi Perencanaan Komunikasi
Udin dan Abin (2006: 5) merumuskan beberapa fungsi perencanaan, termasuk perencanaan komunikasi, yaitu :
1.   sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian
2.   menghindari pemborosan sumber daya
3.   alat bagi pengembangan quality assurance
4.   upaya untuk memenuhi accountability kelembagaan

Perencanaan dipandang penting dan diperlukan bagi suatu organisasi antara lain dikarenakan :
1.   Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan.
2.   Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (forecasting) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi sedini mungkin.
3.   Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik (the best alternative) atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik (the best combination).
4.   Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran, maupun kegiatan usahanya.
5.   Dengan adanya rencana, maka akan ada suuatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kinerja usaha atau organisasi. Udin dan Abin (2006 : 33)

1.1  Hakekat Perencanaan Komunikasi
Perencanaan seperti dikatakan Santoso S. Hamidjojo (2001) dalam adalah kegiatan atau hasil pemikiran tentang sesuatu yang akan dicapai setelah mempertimbangkan sumber (resources) dan kendala (Construk). Karena itu hasil yang dicapai dalam perencanaan tidak boleh “setinggi langit” karena berkaitan dengan sumber dan kendala yang ada. Sedangkan Dror (1963;33) medefinisikan perencanaan sebagai proses penyiapan seperangkat keputusan untuk keperluan kegiatan dimasa yang akan datang, mengarahkan pencapaian tujuan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sondang P Siagian (1984;63) mengartikan perencanaan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya, Tani Handoko (1986;24) mendefinisikan perencanaan sebagai pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, bagaimana dan oleh siapa. Dalam hal ini, Tani Handoko menjelaskan empat (4)  dasar tahapan perencanaan yaitu; pertama, menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan; kedua, merumuskan keadaan saat ini; ketiga, mengidenifikasikan segala kemudahan dan hambatan; keempat, mengembangkan recana atau serangkaian kegiatan tujuan
Memperhatikan berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah identifikasi dari berbagai sumber kekuatan yang akan dijadikan acuan untuk mencapai keinginan yang akan dikehendaki. Dalam pembuatan panduan ini berpegang pada rasionalitas, sistematis, logik, dan realistis. Panduan ini dibuat sejelas-jelasnya, sedetail mungkin dan dipisah ke dalam bagian-bagian yang berintegrasi, agar elemen yang terkait dapat tercakup, dipahami dan mudah dilaksanakan. 
  Dikatakan Oleh John Middleton (1980:11) asserting that planning is, in essece, the application of theory...goes on to review four selected theory areas of relevance to planning communication: development theory, sociological theory, communication theory, and organization theory. Pernyataan itu dapat kita terjemahkan bahwa inti dari perencanan adalah aplikasi dari teori, dan dalam kerangka ini ada empat pilihan teori yang cocok dengan perencanaan komunikasi  yaitu teori pembangunan, teori sosiologi, teori komunikasi, dan teori organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar