Senin, 23 Mei 2016

Manejemen dan lingkungan

bagaimana membuat organisasi agar lebih efektif dan efisien sebelum istilah manajemen umum di gunakan.
Sebelum meneruskan pembelajaran kita mengenai teori manajemen yang penting, perlu kita ketahui alasan mengapa mempelajari teori manajemen akan membantu kita memahami manajemen dan organisasi masa kini yang komplek.

PERLUNYA MEMPELAJARI TEORI MANAJEMEN.
Teori adalah perspektif yang digunakan oleh manusia untuk merangkai pengalaman menjadi logis. Secara formal sebuah teori adalah sekelompok asumsi yang erat berkaitan, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati.

1. Teori memberikan fokus untuk memahami apa yang kita alami.Sebuah teori    menyediakan  kriteria untuk menentukan apa yang relevan.
2.  Teori mempermudah kita berkomunikasi dengan efisien, sehingga mempermudah interaksi ketika menghadapi tantangan/ masalah sehari_hari.
3. Teori membuat kita, bahkan menantang kita untuk terus belajar mengenai dunia disekeliling kita.Karena teori mempunyai keterbatasan, maka kita berperlu terus mempelajari apakah teori yang kita anut masih cocok dengan kondisi/situasi sekarang( istilah masa kini" itu kan dulu, sekarang tidak".
Dalam kesempatan ini kita akan memfokus pada empat aliran pemikiran tentang manajemen yaitu :
1. Aliran manajemen ilmiah;
2. Aliran teori organisasi klasik;
3. Aliran Tingkah laku:
4. Aliran ilmu manajemen.
Aliran-aliran tersebut dikembangkan secara berturut-turut, saling melengkapi dan memperkaya teori-teori yang berkaitan, karena setiap aliran baru terus ber evolusi dan beberapa bahkan telah bergabung dengan yang lainnya.
Hal ini selanjutnya membawa kita pada tiga pendekatan terpadu (pada manajemen) yaitu:

1. Pendekatan sistem, yaitu suatu pendekatan bahwa organisasi sebagai suatu sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang saling berkaitan.
Pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eskternal yang lebih luas. Pendekatan ini meramalkan bahwa aktifitas setiap segmen organisasi mempengaruhi aktifitas segmen lainnya, dengan tingkatan pengaruh yang berbeda.
2. Pendekatan kontingensi, atau biasa juga disebut dengan pendekatan "situasional",adalah bertumpu pada teknik pencapaian sasaran organisasi dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda.Metode yang efektif pada satu situasi, belum tentu pas dengan situasi yang berbeda. Tugas manajer untuk mengidentifikasi teknik yang tepat digunakan dalam situasi/kondisi/waktu tertentu.
3. Pendekatan keterlibatan dinamik, adalah suatu pandangan bahwa waktu dan hubungan manusia mendesak manajemen untuk memikir ulang pendekatan tradisionil  dalam menghadapi perubahan zaman.
Ketika batas batas-batas budaya dan bangsa menjadi kabur seiring dengan kemajuan teknologi informasi membuat kita membayangkan bahwa dunia adalah sebagai "desa global". Pendekatan ini menitik beratkan pada hubungan manusia dan penyesuaian diri seiring dengan perkembangan/perubahan jaman, atau dengan kata lain "continous improvement".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar