Jumat, 02 Desember 2016

Stakeholder teori

1. Teori Stakeholder

Pada dasarnya, keberadaan suatu perusahaan ditentukan oleh para

stakeholders. Hal ini sesuai dengan pernyataan dalam Stakeholders Theory.

Stakeholders dapat diartikan sebagai pemangku kepentigan baik langsung maupun

tidak langsung.Teori ini menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang

hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan

manfaaat bagi para stakeholders. Dengan demikian, keberadaan suatu perusahaan

sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder kepada

perusahaan (Gray, Kouhy and Adams, 1994).

Stakeholders dibedakan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

Stakeholders primer adalah pihak-pihak seperti pemegang saham, karyawan,

pelanggan, pemasok, pemerintah, dan masyarakat sekitar, dimana perusahaan

bergantung secara langsung. Stakeholders sekunder adalah media dan kelompok

khusus yang berkepentingan, yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh

perusahaan. Pihak-pihak ini tidak berhubungan langsung dengan transaksi

perusahaan sehari-hari, namun keberadaannya tetap penting karena mereka dapat

mempengaruhi pandangan dan pendapat umum tentang perilaku tanggung jawab

sosial (Paramita 2011, dalam Novrita, 2012). Berikut ini bagan 2.1 yang

menjelaskan klasifikasi stakeholder secara umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar