1. Teori Stakeholder
Pada dasarnya, keberadaan suatu perusahaan ditentukan oleh para
stakeholders. Hal ini sesuai dengan pernyataan dalam Stakeholders Theory.
Stakeholders dapat diartikan sebagai pemangku kepentigan baik langsung maupun
tidak langsung.Teori ini menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang
hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan
manfaaat bagi para stakeholders. Dengan demikian, keberadaan suatu perusahaan
sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder kepada
perusahaan (Gray, Kouhy and Adams, 1994).
Stakeholders dibedakan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.
Stakeholders primer adalah pihak-pihak seperti pemegang saham, karyawan,
pelanggan, pemasok, pemerintah, dan masyarakat sekitar, dimana perusahaan
bergantung secara langsung. Stakeholders sekunder adalah media dan kelompok
khusus yang berkepentingan, yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh
perusahaan. Pihak-pihak ini tidak berhubungan langsung dengan transaksi
perusahaan sehari-hari, namun keberadaannya tetap penting karena mereka dapat
mempengaruhi pandangan dan pendapat umum tentang perilaku tanggung jawab
sosial (Paramita 2011, dalam Novrita, 2012). Berikut ini bagan 2.1 yang
menjelaskan klasifikasi stakeholder secara umum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar